Kamis, 13 Oktober 2011

HEMATOLOGI


DARAH DAN FUNGSINYA
OLEH   MICIKO UMEDA, S.Kp, M.BIOMED
Darah
•          8 % berat tubuh total, 5 liter wanita, 5,5 liter pria
•          Setiap individu tidak sama jumlahnya tergantung pada
–        Umur
–        Pekerjaan
–        Keadaan jantung
–        Pembuluh darah
•          Kekentalan/viskositas darah à lebih kental dari air yaitu :
–        Bj à 1,041 – 1.067
–        Temperatur à 38oC
–        pH à 7,37 – 7,45
Fungsi Darah
  1. Sebagai alat pengangkut
    1. Mengambil O2 dari paru2 u/ diedarkan ke seluruh tubuh
    2. Mengangkut CO2 dari jaringan u/ di keluarkan melalui paru2
    3. Mengambil zat-zat makanan dari usus halus u/ diedarkan ke seluruh  jaringan tubuh
    4. Mengangkut/mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh u/ dikeluarkan melalui kulit dan ginjal.
  2. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan mikroorganisme dan racun yang dapat membinasakan tubuh dengan perantaraan Leukosit, antibodi/zat  anti racun
  3. Menyebarkan panas ke seluruh tubuh

Unsur yang terdapat dalam Darah
  1. Air   : 91%
  2. Protein    : 3% ( albumin, globulin,   protombin dan Fibrinogen)
3.    Mineral  : 0,9% ( Natrium clorida,  Natrium bikarbonat, fosfat,  magnesium, kalsium dan           zat besi)
         4. Bahan Organik   : 0,1% ( glukosa, lemak, asat  urat, kreatinin, kolesterol dan  asam amino)

Bagian-Bagian Darah
  1. Sel  Darah
                a. Eritrosit ( sel darah merah)
                b. Leukosit ( sel darah putih)
                c. Trombosit ( sel pembekuan darah)
       2. Plasma Darah

Darah
•          3 jenis sel darah :
                * Eritrosit â 99%, HT/PCV, 5000.00  sel/ml
                * Lekosit â N. 500000 mm3, 1% Vol   drh total
                * Trombosit â 1 % Vol darah total

DARAH
•          Pada Janin
                 Eritrosit di buat di  hati, limpa,    kantong  kunir (yolk sack)

DARAH
•          Dewasa
                * Sumsum Tulang 2-3 juta/ detik
                * Pe Ü O2 ginjal rangsang eritropoesis Ú eritropoetin.
                * Stop eritropoetin Ú jika cukup
               * Darah  release retikulosit (ribosom &  organel terlihat)
Darah
Plasma
                * Protein plasma : 6-8 % berat total  plasma
                * Elektrolit : Nacl >>, Hco3, K+, Ca 2+
                * Nutrien : glukosa, as. amino

Haemoglobin
•          O2 < larut dalam plasma harus diangkut melalui HB 98,5 %
•          Suatu pigmen, warna  merah (ikatan dg O2 ) dan warna  biru (karena CO2)

Haemoglobin
•          Mengandung :
                * Globin (4 rantai polypeptida )
                * Gugus nitrogenosa non protein âbesi (heme) setiap heme terikat dalam 1 polypeptida

Vitamin-Vitamin yang diperlukan U/ Pembentukan Eritrosit
  1. Vitamin B.12
•          Untuk sintesis  DNA
•          Bila kurang akan menyebabkan kegagalan pematangan inti dan pembelahan sel
  1. Asam Folat
•          Sintesis RNA

Destruksi Eritrosit
•          Dalam keadaan normal rata-rata usia eritrosit 120 hari
•          Destruksi Eritrosit terjadi à Anemia
–        Perdarahan
–        Aplasia sumsum tulang
–        Kegagalan pematangan
–        Hemolisis à karena à keracunan, penyakit herediter( Thalasemia) dan Eritroblastosis fetal.

Sel darah putih (Lekosit)
•          Mobile
•          Fagosit : bakteri, virus,debris, sel mati, cedar
•          Identifikasi & destruksi sel kanker
•          Bervariasi struktur, fungsi & jumlah
•          500.000 / mm3 (N: 7000 / mm3


LEKOSIT
Fungsi Lekosit
  1. Sebagai sistem pertahanan tubuh dengan jalan :
    1. Menelan dan mencerna benda asing melalui fagositosis
    2. Melalui respon imun à dengan membuat antibodi
               
        2.  Sebagai pengangkut/ membawa lemak dari dinding usus melalui limfe ke pembuluh darah

Macam-macam Sel darah putih (Lekosit)
  1. Agranulosit
    1. Limfosit :  PMN
    2. Monosit  :  PMN
2.       Granulosit
a.  Neotrofil : granulosit
                b.  Eosinofil : granulosit
                c.  Basofil : granulosit
                 
Limfosit
•          Pertahanan imun terprogram
•          Dua jenis : limfosit B & T
•          Beredar di jaringan limfoid & darah
•          Usia 100-300 hari

Limfosit B
-          Menghasilkan antibody
-          Beredar dalam darah
-          Antibody berikatan dg memberi tanda untuk destruksi melalui : fagosit Bacteri induksi antibody

        Limosit T:
•          Tidak menghasilkan antibody
•          Destruksi sel sasaran spesifik
•          Respon imun di perantarai sel sasaran
.      Sel yang telah di invasi virus & kanke


 LISOSOM PHAGOSIT( gbrddibawah)  

•          Limfosit .T
Limfosit :
                - Me ã infeksi kronik.
Jaringan limfosit :
                - Kel. Limfe, limpa, timus, adenoid, apendik, sel cerna GALT.

3 Jenis Granulosit berdasarkan zat warna
•          Eosionofil zat warna merah eosin
•          Basofil zat warna biru basa
•          Neutrofil --- netral
•          Monosit & limfosit (agranulosit)
•          Nukleus Satu
•          Monosit > limfosit

Basofil
•          Paling < jumlahnya
•          Struktur mirip sel mast, berada di jaringan ikat
•          Sekresi heparin & histamin
•          Histamin â anti alergi
•          Heparin â cleaner partikel lemak after meal lemak mencegah koagulasi

 Neutrofil
Spesialis fagosit (mobile)
•          Pertahanan pertama infeksi bacteri
•          Me ã infeksi bacteri acut
Eosinofil
                - Me ã pada alergi : asma
                - Destruksi parasit internal : cacing internal

Monosit (agranulosit)
•          Fagosit
•          Usia 1-2 hari
•          Menetap di jaringan tubuh berkembang membesar â macrophage (3 bulan- beberapa tahun)

Trombosit
•          Benda kecil mati, bentuk dan ukurannya berbeda-beda
•          N : 200.000-300.000 / mm3
–        Nilai trombosit > dari N à Trombositosis
–        Nilai trombosit < N à Trombositopenia
•          Fungsinya à pembekuan darah

  1. Trombosit
•          Usia 7- 10 hari â di machrofage di limpa & hati
•          Produksinya diatur trombopoitin
•          Trombopoitin dibuat hati dan ginjal
•          Mengandung aktin & myosin ã ã
•          Tidak ada nucleus, memiliki granula sekretori

TROMBOSIT
•          TROMBOSIT
•          Bila endotel rusak endotelin akan menarik trombosit untuk adesi pada kolagen pembuluh darah
•          Trombosit diaktifkan akan membentuk pseudopodia sehingga :
   -            Melepas substasi ADP, serotonin, dll
   -           Mudah melekat ke kolagen endotel
   -           Mudah melekat ke trombosit lain(agregasi trombosit)

Trombin menghambat sintesaAMP siklik -> peningkatan ion kalsium-> hiperagregasi  
trombosit
Pada sikresi ADP yang berlebih akan mengaktifkan membran fosfolipid (faktor trombosit 3) sehingga terjadi aktifasi sistim koagulasi

 TES IMUNOLOGI PADA PENYAKIT INFEKSI
•          Prodiagnosis : banyak tes perlu dilakukan
•          Tes imunologi:
–        Membantu diagnosis
–        Menentukan diagnosis: atb spesifik
–        Sediaan: bentuk kit
–         
TES IMUNOLOGI PADA HIPERSENSITIVITAS/ Alergi
Uji Kulit:
•          Prinsip
•          Antigen vs Antibodi®reaksi kulit positif
•          IgE permukaan basofil/mastosit vs allergen®lepas histamin, lekotrin & mediators ®hasil positif
•          Antigen : alergen, macam-macam
•          Antibodi: IgE

TES IMUNOLOGI PADA HIPERSENSITIVITAS/ Alergi
•          Ukur kadar IgE

TES IMUNOLOGI PADA INFEKSI PARASIT
•          Idem ditto penyakit infeksi

Plasma Darah
•          Warna bening kekuningan
•          90% dari plasma darah terdapat zat-zat :
–        Fibrinogen à u/ pembekuan darah
–        Garam2 mineral ( Ca2+, K+, Na2+, dll )
–        Protein Darah ( Albumin, Globulin )à meningkatkan viskositas darah dan meningkatkan tekanan osmotik
–        Zat makanan ( asam amino, glukosa, lemak, mineral dan vitamin)
–        Hormon à zat yang dihasilkan oleh kelenjar rubuh
–        Antibodi/antitoksin
               
PROTEIN KOAGULASI
PEBENTUKAN FIBRIN
•          Pembentukan faktor IX a (sistim kontak)
•          Pembentukan faktor Xa
•          Pentukan trombin (faktor IIa)
•          Pembentukan fibrin

PEMBENTUKAN F IXa
•          Aktifasi F XII jadi XIIa oleh :fosfolipid, kolagen subendotel,
•          F XIIa (protein serin) mengaktifkan F XI->F XIa.
•          F XIa bersama Ion Ca mengubah F IX-> F IXa
•          F IXa Mengubah F X -> F Xa
•          PEMBENTUKAN F Xa

PENGAKTIFAN F Xa MELALUI :
  1. Jalur intrinsik
  2. Jalur ekstrinsik

JALUR INTRINSIK
      -  Tissue faktor, F VII, ion Ca -> komplek   TF/f VIIa
      - TF/F VIIa mengaktifkan F IX -> F IXa selanjutnya TF/F VIIa dan IXa mengatifkan F X -> F Xa

JALUR EKSTRINSIK
   - Faktor jaringan (TF), F VII, Ion Ca,       TFPI
   - Sitokin (IL-1, TNFa), komplemen,
     komplek imun -> merangsang               endotel,
     makrofag, sel tumor mengeluarkan    TF
   - TF -> TF/VIIa -> aktifan F X-> F              Xa

PEMBENTUKAN TROMBIN
•          F II (protrombin), F Xa, F v, faktor trombosit 3, Ca membentuk komplek menjadi Trombin
•          Catatan : F II, VII, IX, X dibuat di hepar tergantung Vit K

PEMBENTUKAN FIBRIN
TROMBIN MENGUBAH
•          F XIII -> F XIIIa
•          F I (fibrinogen) menjadi Fibrin monomer
•          Fibrin monomer diubah menjadi fibrin stabil oleh F XIIIa

KELAINAN PERDARAHAN
•          Kelainan pembuluh darah
•          Gangguan trombosit
        - Trombositopeni
                  - Trombositopati
•          Kelainan koagulasi

PEMERIKSAAN PENYARING
•          Darah lengkap
•          Apusan darah tepi
•          Bleeding time dan Clotting time
•          Penyaring sistim koagulasi
  1. PT : mengukur VII, X, V, protrombin dan fibrinogen (INR)
  2. aPTT : VII, IX, XI, XII dan unsur PT
  3. TT : defisiensi fibrinogen dan hambatan trombin

PEMERIKSAAN PENYARING
•          Tes agregasi trombosit
•          Euglobulin clot lysis time : memendek bila terjadi peningkatan aktivastor plasminogen

Trombositopeni
•          Produksi yg terganggu
                Aplasia, infiltrasi sel yg slsmi keganasan, fibrosis
•          Squestrasi trombosit oleh lien yang membesar.
                 Hipertensi portal, infiltrasi lien oleh sel lekemia,limfoma dan penyakit limfoproliferasi
•          Perusakan diluar lien yang meningkat
                 Imunologi : infeksi bakteri dan virus, obat, ITP

Penyakit dg trombositopeni
•          Drug induced thrombocytopenia
                 - Obat kemoterapi
                 - Antibiotik : Sufonamis, penisilin, cephalosporin
                 - Heparin
                - Tiazid, ACE-I
•          ITP
                 - karena antibodi terhadap trombosit
•          Gangguan trombosit fungsional
                 - Von willebrand disease

Penyakit dg trombositopeni
•          Defek membran trombosit :
•          Defek release trombosit
                Pemakaian Aspilet dan NSAID
•          Defek pada penyimpanan granula
                 Lekemia, SLE, penyakit hati kronis

Gangguan pembuluh darah
•          Trombotic Thrombocytopenic Purpura
                Dimulai kerusakan jaringan dan pelepasan vWF dari endotel
sering pada, Kehamilan, ca metastase, HIV, ticlopidin, kemoterapi
                 Anemia, Hemolitik, trombositopeni, renal failur, demam, gangguan neuro
                Prothrombin time, partial thromboplastin time, fibrinogen hampir normal
                 Sebab : def aktifitas ADAMTS 13 (enzim pemecah vWF) ->  agregasi
                 trombosit
                Terapi : plasmaparesis dan tranfusi plasma
•          Hemolitik Uremic Syndrome

PENYAKIT KOAGULASI
•          Hemofili A
•          Hemofili B
•          Kekurangan vit K (II,VII, IX, XI)
                Ganggan fungsi hati
•          DIC
                 Adanya tissue factor (endotoxin, kerusakan jaringan dll)
                 TF aktivasi koagulasi diikuti aktifasi fibrinolitik bergantian.
                 Trombositopeni, APTT, PPT, TT memanjang, fibrinogen turun, FDP < 
•          Anti koagulan sirkulasi (IgG)
                AIDS, SLE,
•          Penyakit Hati
                Sintesis     fibrinogen, protrombin, V, VII, IX, X, XI
                 Gangguan absorbsi dan metabolisme vit K, Splenomegali -> squestrasi

   
Golongan Darah
•          Membran sel darah manusia mengandung bermacam-macam antigen golongan darah à Aglutinogen
•          Ada 4 golongan darah :
1.       Gol. A à Antigen A
2.       Gol. B à Anatigen B
3.       Gol.AB  à memiliki keduanya
4.       Gol.O à tidak memiliki keduanya
•          Golongan darah ini selain di darah juga terdapat pada :
1.       Kel. Ludah, saliva, pankreas, ginjal, hati, paru-paru, testis, semen dan cairan amnion.


 LISOSOM PHAGOSIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar